Sistem di negeri ini…
Munafik
Busuk
Reflika
Neraka
Bagaikan tak ada bertuhan
Saling makan,tak ada kawan
Bergerak searah
melawan tirani yang menentang arah
Kau bukan bagian dari,Sistem Munafik
Hei kau Kawan...
Angkat senjata Kau terjang…
Bau busuk…
Apakah?
Aku berdiri dalam sepi sendunya diam
Tercengang dalam dilema kebingungan
Bermimpi dalam harapan fatamorgana
Penuh tanya
Apakah ini nyata, atau hanya
sekedar khayalan?
Berawal dari kagumku akan diam dan lembut lakumu
Kagumku akan lantunan suara dan bait kata ucapmu
Kagumku akan lengkungan senyummu
Kagumku akan KAMU
Apakah
ini nyata, atau hanya sekedar khayalan?
Rasa yang awalnya hanya candaan, kini berubah menjadi sebuah rasa
yang sulit ditelaah
Mungkinkah ini CINTA?
Mungkin saja. Karena jantung ini kau buat berdetak kencang
kala bertemu
Berada dekat denganmu membuatku salah tingkah
Ada damai yang menyapa ketika menatapmu, semakin dalam,
semakin indah dan tenang
Rasa penasaran akan sosok asingmu yg semakin hari semakin
menjadi-jadi
Sosok yang saya identikkan dengan ketenangan. Iya, itu KAMU!
Apakah
ini nyata, atau hanya sekedar khayalan?
Jujur saja
Kalimat selalu dusta untuk mengatakan bahwa serpihan hati
yang hilang telah dibawa olehmu
Kadang hati terlampau malu jika tengah merasakan rindu
Kadang terlintas hasrat untuk melupakan
Tapi
Bukankah muncul banyak kerinduan ketika hendak melupakan?
Dan tak pernah terlintas keinginan melupakan ketika tengah
merasakan kerinduan?
Bahkan RINDU dan meLUPAkan jaraknya setipis benang saja
Membuatku bingung
Apakah
ini nyata, atau hanya sekedar khayalan?
Jika perasaan ini membuatku lemah
Lantas, ijinkanlah aku memeluk kelemahanku
Memberi sedikit ruang pada logika untuk memberikan arti
sebuah rasa yang disebut JATUH CINTA
Sehingga yang ada hanya senyum simpul yang tuntas dan derai
air mata bahagia
Ya, semoga saja kebahagiaan akan hari esok itu ada
Sebagaimana zam-zam yang menyejukkan tanah tandus
Atau pelangi yang datang setelah banyaknya badai
Apakah
ini nyata atau hanya sekedar khayalan?
Untuk kamu
Ini hanyalah coretan kecil tentang rasa yang tengah melanda
Rasa untukmu, sosok asing yang belum lama aku kenal
Tak banyak berharap untuk mendapatkan rasa yang sama
Cukup dengan jawaban yang sederhana
Apakah
ini nyata atau hanya sekedar khayalan?
Feby
*was it real or was
it all in my head?*
Lahirnya Kitab Keluarga
Bermula dari sebuah grup
line “Manajemen C" yang mengalami tansformasi nama hingga berakhir pada
nama "KK (Kitab Keluarga)", dari semula grup yang terbuka untuk umum
dan kini menjadi private grup bagi kami.
Bermula dari celotahan
para pengisi grup, dan lahirlah ide untuk membuat sebuah dokumentasi keseharian
dan kegilaan kami yang tertuang dalam KK (KITAB KELUARGA),
Bermula dari intensitas
pertemuan dan kebersamaan hingga lahirlah dokumentasi-dokumentasi yang
akan tertuang dari KK
Bermula dari kisah-kisah
yang kami buat bersama hingga lahirlah cerita-cerita yang akan tertuang dalam
KK
Bermula dari rasa
percaya dan memiliki hingga mengalirlah impian-impian kami yang akan diabadikan
dalam KK
Semua berawal dari sebuah permulaan yang tidak ingin kami akhiri.
Pertemuan Dalam Perjalanan Pulang
Ada masa dimana ketika kau bangun dari tidur, setiap napas dan
helaan udara yang masuk begitu nikmat. Serupa masuknya air pelepas dahaga
(tiba-tiba bingung). Entah darimana aku harus memulai cerita kami, Kuberi
nama cerita kami adalah sebuah pertemuan, sebuah pertemuan yang tak ingin
diakhiri.. pertemuan kami dalam perjalan pulang.
Kebingunganku dalam memulai cerita kami adalah buah dari
kebingungan awal mula pertemuan dan hilangnnya beberapa peristiwa yang tak
tercatat. Yang kusadari kini, kami berada dalam masa memperjuangkan impian
masing-masing. Jika disederhanakan puncak dari kehidupan adalah impian kami
bersama. Sukses dunia akhirat :) :) :)
Dunia mungkin akan tertawa dengan kisah pertemanan kami yang tak
ditahu awal mulanya, sebuah perteman yang kini menjadi sebuah keluarga. Tanpa
adanya ikrar, namun terjadi dan diikrarkan oleh waktu kebersamaan.
Mungkin dariku yang berlebihan untuk menggambarkan kisah kami, tapi harapku
merekapun kan merasakan hal yang sama.
Sebuah permulaan yang tak ingin diakhiri.
Kini kami tengah berada dalam perjalan yang akan selalu mengajar
dan diajarkan.
Berada dalam perjalanan
untuk saling mengisi dan memahami
Berada dalam perjalanan untuk saling membantu
Berada dalam perjalan yang akan selalu bermakna dan dimaknai.
Sebuah pertemuan dan perjalanan yang tak ingin diakhiri,
Pertemuan dalam perjalanan pulang…
Tak banyak cerita yang bisa kuungkapkan, meski banyak cerita yang
telah kami lalui. Memulai dan memilhnya pun tak ditahu. terlalu banyak kisah,
terlalu banya cerita bersama dari meraka...
Untuk mereka yang kutemui:
Keakraban akan tercipta seiring intensitas kebersamaan dan waktu
yang kita tempuh. Tantangan adalah sebuah pembuktian waktu kebersamaan
kita. Percayalah bahwa tantangan yang kita hadapi bersama adalah ujung tombak
semuanya (maaf sedikit lebay,hihi). Sedikit romansa percintaan mungkin akan
masuk didalamnya, sedikit tantanngan penggodah iman diantara kita yang juga
tengah dalam proses penantian hati...
Dari kalian, aku menemukan saudara baru. saudara yang penyabar,
saudara yng pantas disebut sebagai kakak tertua, adik bungsu, saudara yang
labil, saudra yang butuh perhatian dan bayaka lagi. bahkan dalam perjalanan ini
kujumpai pula yang pantas untuk untuk kita panggil mamak.
Sebuah pertemuan yang tak ingin diakhiri, pertemuan dalam perjalanan pulang
#Qalamulyuun
Keindahan dari sejarah gitar,seni pembuatan,sampai pada permainan maupun seni keunggulan secara fisik telah menjadikan gitar adalah bagian dari hidupku
Gitarlah yang membisikkan banyak hal tentang kehidupan,kesederhanaan,kerendahan hati.Dari gitar pula lah aku belajar dan bertemu berbagai orang.Tidak hanya pada teknik,akurasi dan seni membuat gitar, tetapi juga pada filosofi kehidupan. Pada nafas yang dihembuskan dan pada nyawa yang dihidupkan pada sebuah gitar.
Sebuah gitar membutuhkan sentuhan dari hati sehingga suara yang mengalun merdu dari sebuah gitar memang tidak semata-mata karena pemainnya,yang didukung dengan kenyamanan dari pengaturan maupun keakuratan dari sebuah gitar,tetapi juga karena gitar tersebut dirawat layaknya benda seni yang bernyawa.
Gitarlah yang membisikkan banyak hal tentang kehidupan,kesederhanaan,kerendahan hati.Dari gitar pula lah aku belajar dan bertemu berbagai orang.Tidak hanya pada teknik,akurasi dan seni membuat gitar, tetapi juga pada filosofi kehidupan. Pada nafas yang dihembuskan dan pada nyawa yang dihidupkan pada sebuah gitar.
Sebuah gitar membutuhkan sentuhan dari hati sehingga suara yang mengalun merdu dari sebuah gitar memang tidak semata-mata karena pemainnya,yang didukung dengan kenyamanan dari pengaturan maupun keakuratan dari sebuah gitar,tetapi juga karena gitar tersebut dirawat layaknya benda seni yang bernyawa.
dan gitarlah yang membuatku mampu memaknai dalam setiap langkah yang dilewati.
We are not talking about ART,but also talking about HEART
Langganan:
Postingan (Atom)

- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact